Dalam beberapa Hadis Sahih, diberitakan Nabi Muhammad memakai Cincin Perak. Sehingga muncul anggapan, memiliki cincin bagi lelaki, adalah Sunnah Rasulullah, benarkah demikian?
Untuk menjawabnya, mari kita perhatikan kisah dan dalil, yang bersumber dari Hadis Sahih Bukhari berikut ini :
Cincin yang dimiliki Rasulullah terbuat dari perak, pada matanya terukir “Muhammad Rasulullah”. Kegunaan dari cincin tersebut adalah sebagai alat untuk cop rasmi surat yang berasal dari beliau.
Cincin milik Nabi Muhammad ini, kemudian dipakai oleh Khalifah Abu Bakar, setelah itu Khalifah Umar dan kemudian Khalifah Utsman.
Kisah Cincin Rasulullah dalam Hadis Bukhari…
Hadis 1 :
”Cincin Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dari perak, dan mata cincin juga dari bahan perak.” (HR. Bukhari 5870, Nasai 5198, dan yang lainnya).
Hadis 2 :
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam hendak menulis surat ke Kisra (parsi), Kaisar (romawi), dan Najasyi (Ethiopia). Kemudian ada yang mengatakan, ’Mereka tidak mahu menerima surat, kecuali jika ada stempelnya.’ Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membuat cincin dari perak, dan diukir tulisan Muhammad Rasulullah. Saya melihat putihnya cincin itu di tangan beliau. (HR. Ahmad 12738, Bukhari 5872, Muslim 2092, dan yang lainnya).
Hadis 3 :
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memiliki cincin dari perak. Pertama beliau yang memakai, setelah itu dipakai Abu Bakar, kemudian Umar, kemudian dipakai Utsman, hingga akhirnya jatuh ke dalam perigi air Arisy. Ukirannya bertuliskan: Muhammad Rasulullah. (HR. Bukhari 5873, Muslim 2091, Nasai 5293, dan yang lainnya)
Hadis 4 :
Bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membuat cincin dari perak, dan diukir: Muhammad Rasulullah. Kemudian Beliau bersabda, “Sesungguhnya aku membuat cincin dari perak, dan aku ukir Muhammad Rasulullah. Karena itu, jangan ada seorangpun yang mengukir dengan tulisan seperti ini.” (HR. Bukhari 5877)
Kesimpulan :
Dengan memperhatikan Kisah dan Dalil di atas, memakai dan memiliki cincin bagi lelaki adalah dibolehkan, namun untuk dikatakan sebagai Sunnah Rasulullah sepertinya masih perlu ditinjau lagi.
Dengan memperhatikan Kisah dan Dalil di atas, memakai dan memiliki cincin bagi lelaki adalah dibolehkan, namun untuk dikatakan sebagai Sunnah Rasulullah sepertinya masih perlu ditinjau lagi.
Rasulullah memiliki cincin bukan sekedar buat perhiasan, melainkan ada kegunaannya yakni sebagai alat stempel. Lagi pula batu yang dijadikan mata cincin beliau, bukanlah batu mulia yang bernilai sangat tinggi.
Hal ini tentu sangat berbeda dengan Fenomena Pemakaian Cincin Batu Akik, yang popular akhir-akhir ini. Selain tujuannya boleh dikatakan, sekadar untuk perhiasan, serta mata cincin yang digunakan terkadang harganya sangat mahal.
Dan yang lebih membimbangkan, ada sebagian yang sampai lalai waktu solat, karena terlalu asyik dengan batu cincin miliknya, serta ada yang meyakini Batu batu jenis tertentu yang mereka miliki, mempunyai kekuatan tertentu untuk mendapatkan keuntungan
Hal ini tentu bertentangan dengan aqidah dan pasti membuat kita semakin terpesong dari ajaran Islam.
WaLlahu a’lamu bishshawab
Sumber : kanzunqalam
sunnah.com
konsultasisyariah.com
unsfinecrafts.com
themuslimtimes.org
sahih-bukhari.com
sunnah.com
konsultasisyariah.com
unsfinecrafts.com
themuslimtimes.org
sahih-bukhari.com





